Category Archives: Food

Allah takes care of me (Ultah ke 32)

Today is my birthday. I’m 32 years old. Tengah malam Papa ngucapin selamat dan selanjutnya…terserah kami berdua. Plis deh Pa, kadonya yg brjudul Fortuner teteup harus nyusul, dan rumah yang ada kolam renangnya heheh boleh dong make a wish. Do’a mama dlm hati…ya Allah yang Maha Pengasih Maha Penyayang, sebagaimana Kau beri keselamatan dalam kelahiranku maka berikanlah keselamatan dalam hidup dan matiku. Karuniakanlah kpd kami anak-anak sholeh dan sholeha sebagai penyejuk hati, panjang umur dalam keberkahan, rejeki halal yang berlimpah, kebaikan di dunia dan akhirat, amiin ya Robbal ‘alamiin.

Tanggal 24 Juli kemarin, Aqeela dah duluan ultah yang ke-4. Trus nanti tgl 7 Agustus giliran Ayesha. Khusus putri2 kecilku yang subhanaLlah cantik, pinter dan lucu (kadang nakal juga sih), Mama Papa berdo’a semoga Allah menjadi penjaga kalian, menjadikan kalian muslimah sholehah yang mencintai Allah & Rasul-nya dan mengasihi Mama Papa serta saudara2 kalian dan sesama manusia. Cerdas, santun dan rupawan akhlak serta budinya, Amiin.


Dari kiri ke kanan: meet princess Aqeela, princess Alifya, & princess Ayesha, dan si cantik mini sea world cake (lengkap loh, ada 2 putri duyung, shark, sword fish, lobster, pinguin, turtle, crab, dan ikan pari). Cake ini mesen dari mba Hones (mamanya Imam, teman sekelas kaka Alifya), dalamnya brownies yang enuak deh…lagi dong uni ;) thx yah. Foto2 lainnya blm sempat Ma pindahin, msh di notebook.

Yang Berbahaya di Lingkungan Qta

Sekitar 2 hari yl kaka Alifya pulang dari sekolah membawa selebaran ini. Isinya meski sebagian pernah mama baca dan tahu tapi rasanya cukup bermanfaat jika di sosialisasikan kepada teman2 semua terutama buat ibu2 nih yang hobi jajan makanan minuman. Mama ga sempat recek ke om google atau dokter di rumah kita (buku, me) sumber tulisan dlm selebaran tsb, tapi mudah2n terpercaya. Begini informasinya…

Yang Berbahaya di Lingkungan Kita

1. Bekas Botol Aqua
Mungkin sebagian dari kita mempunyai kebiasaan memakai ulang botol plastik (Aqua, VIT, Mizone, etc) dan meletakkannya di rumah atau di kantor. Kebiasaan ini tidak baik karena bahan plastik botol (disebut juga sebagai polyethylene terephthalate atau PET) yang dipakai dibotol-botol ini mengandung zat-zat karsinogen (atau DEHA). Botol ini aman untuk dipakai 1-2 kali saja, jika anda ingin memakainya lebih lama, tidak boleh lebih dari seminggu dan harus diletakkan ditempat yang jauh dari matahari. Kebiasaan mencuci ulang dapat membuat lapisan plastik rusak dan zat karsinogen itu bisa masuk ke air yang kita minum. Lebih baik membeli botol air yang memang untuk dipakai berulang-ulang, jangan memakai botol plastik.

2. Penggemar Sate
Kalau anda makan sate, jangan lupa makan timun setelahnya. Karena ketika kita makan sate sebetulnya ikut juga karbon dari hasil pembakaran arang yang dapat menyebabkan kanker. Untuk itu kita punya obatnya yaitu timun, yang disarankan untuk dimakan setelah makan sate. Karena sate mempunyai zat karsinogen (penyebab kanker) tetapi timun ternyata punya anti karsinogen. Jadi jangan lupa makan timun setelah makan sate.

3. Udang dan Vitamin C
Jangan makan udang setelah Anda mengkonsumsi Vitamin C. Karena ini akan menyebabkan keracunan dari racun Arsenik (As) yang merupakan proses reaksi dari udang dan vitamin C di dalam tubuh dan bisa berakibat keracunan yang fatal dalam hitungan jam.

4. Mi Instan
Untuk para penggemar mi instan, pastikan Anda punya selang waktu paling tidak 3 (tiga) hari setelah Anda mengkonsumsi mi instan jika akan mengkonsumsinya lagi. Dari informasi kedokteran, ternyata terdapat lilin yang melapisi mi instan. Itu sebabnya mengapa mi instan tidak lengket satu sama lainnya ketika dimasak. Dan menurut informasi dokter, tubuh kita memerlukan waktu lebih dari 2 (dua) hari untuk membersihkan lilin tersebut. Konsumsi mi instan setiap hari akan meningkatkan kemungkinan seseorang terjangkiti kanker.

5. Bahaya Dibalik Kemasan Makanan
Kemasan makanan merupakan bagian dari makanan yang sehari-hari kita konsumsi. Bagi sebagian besar orang, kemasan makanan hanya sekedar bungkus makanan dan dianggap sebagai ’pelindung’ makanan. Sebetulnya tidak tepat begitu, tergantung jenis bahan kemasan. Sebaiknya mulai sekarang kita cermat memilih kemasan makanan. Kemasan pada makanan mempunyai fungsi kesehatan, pengawetan, kemudahan, penyeragaman, promosi, dan informasi. Ada begitu banyak bahan yang digunakan sebagai pengemas primer pada makanan, yaitu kemasan yang bersentuhan langsung dengan makanan. Tetapi tidak semua bahan ini aman bagi makanan yang dikemasnya.

Inilah Ranking Teratas Bahan Kemasan Makanan yang Perlu Anda Waspadai

A. Kertas
Beberapa kertas kemasan dan non kemasan (kertas koran dan majalah) yang sering digunakan untuk membungkus makanan, terdeteksi mengandung timbal (Pb) melebihi batas yang ditentukan. Didalam tubuh manusia, timbal masuk melalui saluran pernafasan atau pencernaan menuju sistem peredaran darah dan kemudian menyebar ke berbagai jaringan lain, seperti : ginjal, hati, otak, saraf dan tulang.

Keracunan timbal pada orang dewasa ditandai dengan gejala 3 P, yaitu pallor (pusat), pain (sakit) & paralysis (kelumpuhan). Keracunan yang terjadi pun bisa berakibat kronis dan akut. Untuk terhindar dari makanan yang terkontaminasi logam berat timbal, memang susah-susah gampang. Banyak makanan jajanan seperti pisang goreng, tahu goreng dan tempe goreng yang dibungkus dengan koran karena pengetahuan yang kurang dari si penjual, padahal bahan makanan yang panas dan berlemak mempermudah berpindahnya timbal ke makanan tsb. Sebagai usaha pencegahan, taruhlah makanan jajanan tsb di atas piring.

B. Styrofoam
Bahan pengemas styrofoam atau polystyrene telah menjadi salah satu pilihan yang paling populer dalam bisnis pangan. Tetapi, riset terkini membuktikan bahwa styrofoam diragukan keamanannya. Styrofoam yang dibuat dari kopolimer styren ini menjadi pilihan bisnis pangan karena mampu mencegah kebocoran dan tetap mempertahankan bentuknya saat dipegang. Selain itu, nahan tersebut juga mampu mempertahankan panas dan dingin tetapi tetap nyaman dipegang, mempertahankan kesegaran dan keutuhan bahan yang dikemas, biaya murah, lebih aman, serta ringan. Pada Juli 2001, Divisi Keamanan Pangan Pemerintah Jepang mengungkapkan bahwa residu styrofoam dalam makanan sangat berbahaya. Residu itu dapat menyebabkan endocrine disrupter (EDC), yaitu suatu penyakit yang terjadi akibat adanya gangguan pada system endokrinologi dan reproduksi manusia akibat bahan kimia karsinogen dalam makanan.

Cumi Masak Petai

Nah menjelang siang dan dah dekat jam istirahat kantor, seper4 jam lagi, siap-siap nyari makan siang ah. Bosen, disekitar kantor makanannya itu-itu aja. Kurang sehat juga. Gimana mau sehat, sayur jarang yang menantang jadi terpaksa makan ga pake sayur, yang rutin mangkal cuma tukang bakso, mie ayam en ketoprak (ga pake humor). Padahal hari ini pengen deh makan cumi masak petai. Aq nyimpan tuh resepnya, sebentar kucopy paste dulu ya…,dari dapur pinter nih…

Cumi Masak Petai

Bahan:

  • 500 gram cumi yang masih berkulit, dipotong-potong, karung eh kantung tinta jangan dibuang
  • 30 mata petai (jangan kebanyakan ntar polusi WC)
  • 5 buah cabai merah
  • 8 butir bawang merah
  • 1 buah tomat
  • 1 sendok teh terasi
  • 1 sendok teh asam
  • 20 buah cabai rawit merah utuh (wuih, yummy and spicy…)
  • garam dan gula pasir secukupnya
  • 2 buah jeruk limo, diambil airnya

Cara Membuat:

Haluskan cabai merah, bawang merah, tomat, terasi. Setelah lumat, tambahkan asam. Haluskan kembali. Bumbu halus tersebut lalu ditumis sampai harum. Tambahkan cumi. Aduk rata. Bubuhi cabai rawit, garam, gula pasir. Setelah akan diangkat, tambahkan jeruk limo. Aduk lalu angkat. Siap dihidangkan.

Yaaa, tambah pengen makan cium eh cumi neh. Apa daya menu diatas kayaknya belum tersedia di RM Padang per4an Gundar kelapa dua apalagi di Cafe Bajuri!

O iya selain resep diatas, aq ada resep cumi favorit atawa andalan, dijamin yang mencicipi akan doyan. Bahannya cukup cumi basah yang warnanya putih bersemu merah itu loh (diiris berbentuk ring ya) dan saos sambal pedas manis. Jangan lupa bumbu siap masak ‘cumi asam pedas manis’nya Maggie. Tambahin irisan bawang Bombay ya. Campur aja semua bahan, masak sampai matang. Ukuran banyaknya cumi liat yang tertera diatas bungkus ‘bumbu siap masak’ tadi. Cara masaknya juga ada. Gampang kan? Sst, resep rahasia ini hanya boleh diketahui ibu-ibu muda aja yah. Aq juga dapat dari mbak Novi (opo kabare sampeyan mbakq yang baik dan cantik).

Aduuuh lapar. Hunting dulu ya, panas-panasan dikit, supaya bersemu merah kayak cumi-cumi ;>