<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Echa Nurfadilah</title>
	<atom:link href="http://echanurfadilah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://echanurfadilah.wordpress.com</link>
	<description>morning dew in our garden of life</description>
	<lastBuildDate>Sat, 22 Jan 2011 03:13:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='echanurfadilah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/4f49ed414e73308d34814dcaa744bd31?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Echa Nurfadilah</title>
		<link>http://echanurfadilah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://echanurfadilah.wordpress.com/osd.xml" title="Echa Nurfadilah" />
	<atom:link rel='hub' href='http://echanurfadilah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Please Deh, Jangan Ada Dusta Diantara Kita</title>
		<link>http://echanurfadilah.wordpress.com/2011/01/22/please-deh-jangan-ada-dusta-diantara-kita/</link>
		<comments>http://echanurfadilah.wordpress.com/2011/01/22/please-deh-jangan-ada-dusta-diantara-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Jan 2011 03:13:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>echanurfadilah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://echanurfadilah.wordpress.com/?p=206</guid>
		<description><![CDATA[Menyimak isi media di negeri kita beberapa pekan belakangan ini yang melulu soal pembohongan publik oleh pemerintah, saya jadi gatal ingin ikutan berpendapat (curhat, tepatnya). Pernyataan tentang kebohongan pemerintah tersebut dikeluarkan oleh para pemuka agama yang merasa gerah oleh pemberitaan &#8230; <a href="http://echanurfadilah.wordpress.com/2011/01/22/please-deh-jangan-ada-dusta-diantara-kita/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=echanurfadilah.wordpress.com&amp;blog=18898082&amp;post=206&amp;subd=echanurfadilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="normal"><span style="font-family:Arial;">Menyimak isi media di negeri kita  beberapa pekan belakangan ini yang melulu soal pembohongan publik oleh  pemerintah, saya jadi gatal ingin ikutan berpendapat (curhat, tepatnya).  Pernyataan tentang kebohongan pemerintah tersebut dikeluarkan oleh para  pemuka agama yang merasa gerah oleh pemberitaan selama ini tentang  dinamika ekonomi, politik, hukum dan sosial di negeri ini. Tentang  pencapaian target ekonomi yang digembar-gemborkan pemerintah meski  kenyataannya bagi orang yang melek ekonomi pencapaian tersebut tidak  dapat dijadikan simpulan. Salah satu contohnya, menggunakan angka  pendapatan per kapita yang tidak menggambarkan kesejahteraan negara yang  sesungguhnya. Mungkin teman-teman yang kuliah ekonomi masih ingat mata  kuliah statistik, atau tentang prinsip Pareto, kemudian coba deh dipakai  untuk mendeskripsikan distribusi pendapatan (khususnya di negara kita  ini aja). Lalu coba jelaskan alasan mengapa angka pendapatan per kapita  yang dinyatakan sebesar 2,700 dollar tahun ini jadi semacam data  statistik yang mengelabui.</span></p>
<p class="normal"><span style="font-family:Arial;">Tapi tunggu dulu (jangan asal nuduh  pemerintah berdusta lah), ada indikator ekonomi lain yang disuguhkan  yaitu tingkat kemiskinan menurun menjadi 13.5% dari 16,6% (menurut data  BPS). Masih menurut data BPS, pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga  Triwulan III 2010 telah mencapai 5,8% dari prediksi pertumbuhan tahun  2010 yang mencapai 6%. Meskipun demikian, hal ini tidak lantas  berbanding lurus dengan kesejahteraan rakyat karena kenyataannya rakyat  merasa saat ini pekerjaan justru semakin sulit didapat, sehingga angka  pengangguran makin tinggi dan orang miskin makin banyak. Artinya, jika  pertumbuhan ekonomi tidak menyerap angkatan kerja atau dengan kata lain  pertumbuhan ekonomi tidak dibarengi dengan pemerataan ekonomi maka yang  muncul kemudian adalah semakin dalamnya jurang perbedaan pendapatan  (kesenjangan sosial). Apakah pemerintah sekedar ingin menghibur rakyat  dengan &#8216;rapor&#8217; indikator ekonomi yang bagus meski kenyataan berkata  sebaliknya? Rakyat tidak butuh &#8216;nyanyian&#8217;, rakyat butuh perhatian.  Ditambah lagi kasus Gayus yang &#8216;jayus&#8217; banged dan menghebohkan dengan  sepak terjangnya yang mencoreng wajah hukum dan perpajakan kita yang  asalnya sudah cukup &#8216;butek&#8217;. Kasus yang kental aroma politik  (politisasi) ini sedikit demi sedikit menguak ketidakjujuran pemerintah  dan (oknum) aparatur pemerintahan. Apalagi sebelumnya ada kasus century,  Antasari, dan sederet kasus lain yang penyelesaiannya (sudah selesai  belum sih, atau &#8216;diselesaikan&#8217;?) belum jelas.</span></p>
<p class="normal"><span style="font-family:Arial;">Entah siapa yang suka berdusta dan  mengorbankan kebenaran demi kepentingannya sendiri. Hal-hal diatas bisa  jadi hanyalah puncak yang terlihat, dari gunung es masalah-masalah yang  sebenarnya ada. Dan pemerintah yang dinilai tahu atau seharusnya tahu  mengenai permasalahan yang ada malah bermain drama dengan kebohongan  demi pencitraan. Padahal perilaku bohong adalah fenomena terburuk  menurut pandangan agama mana pun. Oleh karena itu, para pemuka agama  memandang perlu turun gunung dan menegur pemerintah agar jujur dan terus  terang terhadap rakyat dan memperhatikan permasalahan yang ada. Jangan  sampai rakyat yang terbohongi marah atau yang justru paling membahayakan  adalah rakyat menjadi apatis, tidak percaya pada pemerintah (pemimpin)  apalagi jika pembohongan itu sudah sistemik maka bukan tidak mungkin  rakyat menganggap perilaku bohong merupakan hal biasa. Bukhari Muslim  meriwayatkan dari Abdullah bin Amr Al-Ash r.a. bahwa Nabi Saw. bersabda:  &#8220;Ada empat sifat yang bila dimiliki maka pemiliknya adalah munafik. Dan  barang siapa yang memiliki salah satu di antara empat sifat tersebut,  itu berarti ia telah menyimpan satu tabiat munafik sampai ia tinggalkan.  Yaitu apabila berbicara ia berbohong, apabila bersepakat ia berkhianat,  apabila berjanji ia mengingkari dan apabila bertikai ia berbuat  curang.&#8221; (HR. Muslim).</span></p>
<p class="normal"><span style="font-family:Arial;">Jika pemerintah sudah dianggap  kerap berdusta, maka kepada siapa rakyat bisa menaruh kepercayaan?  Kebohongan itu ibarat jamur di musim hujan. Cepat bertumbuh, karena satu  kebohongan terpaksa harus ditutupi dengan bohong yang lain, terus  begitu tak berkesudahan hingga kebenaran muncul. Tentu rakyat tidak  ingin dipimpin oleh pemerintahan yang munafik. Untuk itu, maka sudahilah  kebohongan yang ada. Evaluasi diri dan fokus saja mengurus rakyat  dengan baik, memimpin rakyat dengan teladan yang baik, edukasi rakyat  dengan jujur, jangan rakyat yang hidupnya sudah susah masih dibohongi  juga. Setelah itu, boleh juga lah sekali-kali bernyanyi lagunya om  Broeri-tante Dewi Yull&#8230;..jangan ada dusta diantara kita.</span></p>
<p class="normal"><span style="font-family:Arial;color:blue;"> </span></p>
<br />Filed under: <a href='http://echanurfadilah.wordpress.com/category/politik/'>Politik</a> Tagged: <a href='http://echanurfadilah.wordpress.com/tag/politik/'>Politik</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/echanurfadilah.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/echanurfadilah.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/echanurfadilah.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/echanurfadilah.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/echanurfadilah.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/echanurfadilah.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/echanurfadilah.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/echanurfadilah.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/echanurfadilah.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/echanurfadilah.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/echanurfadilah.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/echanurfadilah.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/echanurfadilah.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/echanurfadilah.wordpress.com/206/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=echanurfadilah.wordpress.com&amp;blog=18898082&amp;post=206&amp;subd=echanurfadilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://echanurfadilah.wordpress.com/2011/01/22/please-deh-jangan-ada-dusta-diantara-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30a940fa4d16091e48c5494f50a9a974?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">echanurfadilah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PNS : Sebuah Status Seribu Kisah</title>
		<link>http://echanurfadilah.wordpress.com/2010/12/24/pns-sebuah-status-seribu-kisah/</link>
		<comments>http://echanurfadilah.wordpress.com/2010/12/24/pns-sebuah-status-seribu-kisah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Dec 2010 18:02:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>echanurfadilah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[Learning]]></category>
		<category><![CDATA[PNS]]></category>
		<category><![CDATA[Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://echanurfadilah.wordpress.com/2010/12/24/pns-sebuah-status-seribu-kisah</guid>
		<description><![CDATA[Entah harus mulai dari mana kisah ini, sepertinya kami sedang membaca buku kehidupan kami pada bab sekian halaman sekian dan tiba-tiba disinilah kami, di awal bab baru kehidupan yang beberapa bulan ke depan akan kami jalani. Berawal dari sini dan &#8230; <a href="http://echanurfadilah.wordpress.com/2010/12/24/pns-sebuah-status-seribu-kisah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=echanurfadilah.wordpress.com&amp;blog=18898082&amp;post=171&amp;subd=echanurfadilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<font size="small" color="black"></p>
<p>Entah harus mulai dari mana kisah ini,  sepertinya kami sedang membaca buku kehidupan kami pada bab sekian  halaman sekian dan tiba-tiba disinilah kami, di awal bab baru kehidupan  yang beberapa bulan ke depan akan kami jalani. Berawal dari <a href="http://www.cpns-sumsel.com/">sini</a> dan keinginan suami sejak tahun 2008 untuk memboyong kami kembali ke daerah asalnya dan berkiprah di <a href="http://www.lubuklinggau.go.id/">sana</a> <a href="http://www.musi-rawas.go.id/musirawas/home.html">atau disana</a><strong> </strong>lalu  beliau dengan antusias menyiapkan dan mensubmit dokumen yang  dipersyaratkan setelah sebelumnya aku diminta untuk registrasi online  agar dapat kartu verifikasi dan terdaftar sebagai peserta tes CPNS. Lalu  aku dipanggil tes tertulis (tes I / Tes Kemampuan Dasar dan Psikotes  Tertulis), lalu lulus tahap I ikut lagi tes wawancara (tes II /  wawancara bidang keilmuan masing-masing dan psikotes lisan) dan lulus  lagi barulah ikut tes kesehatan dan sehat jasmani rohani.</p>
<div>
<p>Loh, mau jadi PNS ya? Eng&#8230;engga sih, dari dulu tak berminat. Apalagi  sekarang karena dari segi waktu (umur) aku yo wis rugi. Sudah terpakai  12 tahun untuk berkiprah di swasta dan kalo mulainya sejak lulus mungkin  sudah di golongan IIId ya sekarang (<em>piye ngitunge aku nebak-nebak wae</em>).  Nah ini wis kadung lewat umur kudu masuk dengan ijazah S1 ya mau tak  maulah mulai dari awal, golongan IIIa, setap baruuu. Makanya kalo saat  ngelamar itu ditanya niat ya niate cuma setengah hati, setengahnya lagi  untuk menyenangkan hati suami. Kalo ditanya kenapa ga niat jadi PNS ya  embuh&#8230;emang belum niat dan belum tahu seluk beluknya dan ga pengen  tahu. Tapi aku ga sampai termasuk orang atau golongan yang menganggap  pekerjaan sebagai PNS adalah pekerjaan syubhat apalagi haram karena IMHO  segala muamalat asalnya adalah boleh dan halal. Dan memang kebetulan  saja dari keluargaku jarang yang jadi PNS sehingga bapak dan mamaku  tidak memusingkan status pekerjaan kami, mo jadi pegawai swasta kek,  negeri kek, tidak masalah asal jangan jadi garong (husy&#8230;<em>na&#8217;udzubillah min dzalik</em>).  Asal anak-anaknya mendapat pekerjaan dengan mudah dan dapat gaji yang  (lebih dari) cukup saja sudah alhamdulillah bagi mereka. Tambahan lagi  nih, kalo dari aku sendiri jadi PNS ya ga kepikiran sejak dulu karena  pas baru lulus kuliah dulu orientasinya masih besaran gaji. Kemudian  setelah punya anak ada orientasi lain yaitu loading pekerjaan tidak  terlalu berat dan waktu bekerja yang fleksibel (hehe emang kalo jadi  manager loading kerja ga berat yah?). Sehingga mungkin saat-saat itu  bagi aku menjadi PNS bukan pilihan yang tepat. Lagipula emang IPK aku  kurang memenuhi syarat buat ngelamar jadi PNS di departemen/kementerian  yang keren (dengan kata lain, tempat dinas yang sekarang dapat  renumerasi), yah maklum rada2 oon gitu lah hehe engga lah ga bodo2 amat  cuma kurang rajin belajar. Dan kalo pun ada yang lolos di IPK eh ga  lolos di umur. Bingung juga ya apa aku dah segitu uzurnya kah? padahal  baru 24 years old loh (<em>ngapusi</em>).</p>
<div>
<p>Lain halnya dengan papa dan mama (mertua) yang statusnya PNS sejak dulu.  Dengan bekerja sebagai abdi negara yang kata orang gajinya kecil toh  mereka sanggup membiayai kehidupan mereka dan membiayai pendidikan semua  anak mereka hingga perguruan tinggi dan (ini alasan penting) dengan  status tsb mereka ga kekurangan. Mungkin itulah mengapa bagi mereka ada  kebanggaan tersendiri ketika anak-anak atau menantunya menjadi <em>civil servant</em> atau <em>government employee</em> atau aparatur negara alias PNS (<em>hiyah koq yo dadi akeh aliase tho</em>?).</p>
<div>Memang sih ini bukan kali pertama aku ikut tes CPNS. Pernah dua-tiga kali di  Pemda suatu kota/kabupaten, tapi belum berhasil lulus. Mungkin saat itu  emang niatnya belum kuat, sehingga belum masuk kriteria &#8220;faidza azzamtu  fa tawakal &#8216;alallah&#8221; jadinya gada keikhlasan dan yasutralah belum  saatnya. Nah, kali ini berbekal kepasrahan dan mencoba mengikhlaskan  keputusan ikut suami untuk boyongan ke kampungnya, maka do&#8217;aku  kemudian&#8230;.&#8221;Ya Allah, pilihkanlah yang terbaik bagi dunia dan akhirat  kami serta keluarga kami dan jika memang menjadi PNS ini  jalanku/rezekiku maka ikhlaskan dan mudahkanlah segala urusanku&#8221;.  Kedengarannya sudah lumayan pasrah ya padahal sempat juga sih ketika  bingung dan sedikit perasaan &#8216;sok pinter&#8217; plus juga keinginan  membahagiakan ortu dan suami, maka sempat do&#8217;aku seperti ini&#8230;.&#8221;Ya  Allah, luluskanlah aku dalam tes CPNS ini&#8221; (malu lah kalo ga lulus,  katanya alumni <a href="http://www.fe.ui.ac.id/">center of excellence</a> dan <a href="http://www.fe.ui.ac.id/index.php/akademik/program-pascasarjana-a-magister/ilmu-manajemen">PSIMnya</a>) hehe begitulah sejujurnya.</div>
<p>Dan  ketika pada akhirnya (halah bahasanya cha) diriku mencoba ikhlas  menyerahkan semua urusan dan pilihan kepada Allah eh ndilalah koq ya  keputusannya seperti <a href="http://www.cpns-sumsel.com/peng_2010/mura/Peng_akhir.php">ini</a> dan namaku yang bagus tertera <a href="http://www.cpns-sumsel.com/peng_2010/mura/lampiran%20pengumuman%20musi%20rawas.htm">disitu</a> nomer urut 203 (please jangan dipasang buat togel). Suami dan keluarga  besar kami hepi (itu yang terpenting)&#8230;berbahagialah diriku bisa  membuat orang2 yang kukasihi bahagia ^_^. Nah, alhamdulillah kan aku tuh  ga bodo2 banget lha wong terpampang di pengumuman kelulusan di BKPP  (dahulu BKD) yang lengkap dengan nilainya aku ranking 1 di daftar  kelulusan hehe koq iso ya. Akhirnya dengan didampingi Manajer &amp;  Humasku (masku tercintah), aku ngurus surat-surat (SKCK, Surat  Keterangan Kesehatan   Jasmani dan Rohani, Surat Keterangan tidak  mengkonsumsi/menggunakan  narkotika, psikotropika, prekursor, dan zat  adiktif lainnya, Surat2  Pernyataan cem macem plus legalisir Ijazah SD, SMP, SMA dan Ijazah S1).  Nah saat legalisir ijazah S1 ini juga sempat muncul lagi perasaan  &#8216;rendah diri&#8217; ah koq ya mau2nya aku sekarang jadi PNS entry level  padahal teman se-angkatan kuliahku dulu dah jadi Dekan di kampusku, jadi  yang neken/tandatangan pengesahan ijazahku nanti beliau, ahai malunya  dirikuh. Yah, sudahlah&#8230;harus banyak2 istighfar dan kembali bersyukur,  kan sejak awal niatnya <em>demi </em><em>menjadi istri sholeha</em><em> aku nunut (ikut) suami </em> dan biar aku ada status/kerjaan disana&#8230;jadi, alhamdulillah 3x meski sempat <em>hectic</em> tapi akhirnya semua berjalan lancar dan urusan rerepot pemberkasan dah  selesai. So, jangan tanyakan lagi mengapa aku kini menyandang status  ituh ya. Cukuplah kisah dalam bab ini, lanjutkan bab lainnya yang  insyaAllah mudah-mudahan berkah, hepi, sejahtera dan lancar jayaaa,  amiin.<strong><em> </em></strong><span style="color:purple;font-size:normal;"><em> “Wa maan yattaqillaaha yaj&#8217;al lahu mahroja wa yarzuqhu minhaitsu layahtasib…Wamaa yattawaqal &#8216;alallaahi fahuwa hasbuhu innaallaha balighu amrihi  qad ja&#8217;alallaahu liqulli syai&#8217;in qodro”</em></span></p>
</div>
</div>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://echanurfadilah.wordpress.com/category/family/'>Family</a>, <a href='http://echanurfadilah.wordpress.com/category/learning/'>Learning</a>, <a href='http://echanurfadilah.wordpress.com/category/pns/'>PNS</a>, <a href='http://echanurfadilah.wordpress.com/category/stories/'>Stories</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/echanurfadilah.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/echanurfadilah.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/echanurfadilah.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/echanurfadilah.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/echanurfadilah.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/echanurfadilah.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/echanurfadilah.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/echanurfadilah.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/echanurfadilah.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/echanurfadilah.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/echanurfadilah.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/echanurfadilah.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/echanurfadilah.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/echanurfadilah.wordpress.com/171/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=echanurfadilah.wordpress.com&amp;blog=18898082&amp;post=171&amp;subd=echanurfadilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://echanurfadilah.wordpress.com/2010/12/24/pns-sebuah-status-seribu-kisah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30a940fa4d16091e48c5494f50a9a974?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">echanurfadilah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Back to Blog</title>
		<link>http://echanurfadilah.wordpress.com/2010/12/15/back-to-blog/</link>
		<comments>http://echanurfadilah.wordpress.com/2010/12/15/back-to-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Dec 2010 02:48:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>echanurfadilah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://echanurfadilah.wordpress.com/2010/12/15/back-to-blog</guid>
		<description><![CDATA[Senangnyaaa bisa posting di blog lagi. Hhh katanya mo jadi penulis tapi nulis disini aja bisa bolong berbulan-bulan, gimana nih. Ada sih alasannya, banyaaak&#8230;biasalah ibu2 suka BCA (banyak cari alesan). Tapi yg paling masuk akal sih, dan emang bener alias &#8230; <a href="http://echanurfadilah.wordpress.com/2010/12/15/back-to-blog/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=echanurfadilah.wordpress.com&amp;blog=18898082&amp;post=168&amp;subd=echanurfadilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:blue;font-size:normal;">Senangnyaaa bisa posting di blog lagi. Hhh katanya mo jadi penulis tapi nulis disini aja bisa bolong berbulan-bulan, gimana nih. Ada sih alasannya, banyaaak&#8230;biasalah ibu2 suka BCA (banyak cari alesan). Tapi yg paling masuk akal sih, dan emang bener alias bukan alesan yg dibuat2, karena selama 7 bulan ini fokus di kehamilan dan melahirkan. Lha wong Tugas Negara dan Jihad seorang Mama ya super penting lah, <i>top priority</i>. Alhamdulillah bulan Agustus lalu sudah berhasil selamat lahir batin &#8216;menampilkan&#8217; ke dunia ini seorang baby Almira Radhiah yang sehat cantik dan berkulit eksotik, imut dan lutuuu banget. <i>Another baby girl</i>&#8230;alhamduliLlah, tapi kapan <i>baby boy</i>-nya ya? Sedihnya, dede Almira belum sempat tampil nih di diary mama Echa. Tapi mama janji, postingan selanjutnya pasti deh baby Almira jadi cover dan kisah utama.&nbsp;</span></p>
<p><span style="color:blue;font-size:normal;">Anyway, alhamduliLlah hari ini dapat tiket pulang ke Depok. Sekalian mau nyoba rute penerbangan (relatif) baru nih dari Bandara Silampari Lubuklinggau langsung ke Bandara Soetta Jakarta</span><span style="color:blue;font-size:normal;">. Harga tiketnya normal 650rb rupiah. Iya nih, mama Echa </span><span style="color:blue;font-size:normal;"><span>sudah 3 hari ini terdampar di pulau Sumatera bagian Selatan di kota Lubuklinggau dalam rangka mengurus pindah kewarganegaraan kesana insyaAllah. Namanya juga istri sholeha (amiin3x insyaAllah) jadi ya mau engga mau ikut suami. Huhuhu padahal aq belum dapet onta merah Hummer, belum disediain rumah idaman&#8230;tapi mau gimana lagi, papa Rudi sudah terlanjur bilang&#8230;&#8221;pulang kampung nih (gaya Obama)&#8221; so, BismiLlaahi tawakkalna ala&#8217;Llah, siap2 go local. Mudah2an dari local dapet jalan tuk go international&#8230;kali2 aja ada yg mo sekolahin doktor di LN, amiin. Dah ah, siap2 pulang ke rumah Depok dulu yaaa&#8230;mama&#8217;s coming home lovely girls and baby Almira&#8230;miss you honey ^_^</span></span></p>
<br />Filed under: <a href='http://echanurfadilah.wordpress.com/category/family/'>Family</a>, <a href='http://echanurfadilah.wordpress.com/category/stories/'>Stories</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/echanurfadilah.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/echanurfadilah.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/echanurfadilah.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/echanurfadilah.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/echanurfadilah.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/echanurfadilah.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/echanurfadilah.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/echanurfadilah.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/echanurfadilah.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/echanurfadilah.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/echanurfadilah.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/echanurfadilah.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/echanurfadilah.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/echanurfadilah.wordpress.com/168/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=echanurfadilah.wordpress.com&amp;blog=18898082&amp;post=168&amp;subd=echanurfadilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://echanurfadilah.wordpress.com/2010/12/15/back-to-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30a940fa4d16091e48c5494f50a9a974?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">echanurfadilah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gaza Tidak Membutuhkanmu</title>
		<link>http://echanurfadilah.wordpress.com/2010/05/31/gaza-tidak-membutuhkanmu/</link>
		<comments>http://echanurfadilah.wordpress.com/2010/05/31/gaza-tidak-membutuhkanmu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 May 2010 12:23:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>echanurfadilah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tausyiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://echanurfadilah.wordpress.com/2010/05/31/gaza-tidak-membutuhkanmu</guid>
		<description><![CDATA[Di atas M/S Mavi Marmara, di Laut Tengah, 180 mil dari Pantai Gaza. Sudah lebih dari 24 jam berlalu sejak kapal ini berhenti bergerak karena sejumlah alasan, terutama menanti datangnya sebuah lagi kapal dari Irlandia dan datangnya sejumlah anggota parlemen &#8230; <a href="http://echanurfadilah.wordpress.com/2010/05/31/gaza-tidak-membutuhkanmu/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=echanurfadilah.wordpress.com&amp;blog=18898082&amp;post=165&amp;subd=echanurfadilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:small;"></span><span style="color:#351c75;font-family:&quot;font-size:small;">Di atas M/S Mavi Marmara, di Laut Tengah, 180 mil dari Pantai Gaza.</p>
<p>Sudah lebih dari 24 jam berlalu sejak kapal ini berhenti bergerak karena sejumlah alasan, terutama menanti datangnya sebuah lagi kapal dari Irlandia dan datangnya sejumlah anggota parlemen beberapa negara Eropa yang akan ikut dalam kafilah Freedom Flotilla menuju Gaza. Kami masih menanti, masih tidak pasti, sementara berita berbagai ancaman Israel berseliweran.</p>
<p>Ada banyak cara untuk melewatkan waktu – banyak di antara kami yang membaca Al-Quran, berzikir atau membaca. Ada yang sibuk mengadakan halaqah. Beyza Akturk dari Turki mengadakan kelas kursus bahasa Arab untuk peserta Muslimah Turki. Senan Mohammed dari Kuwait mengundang seorang ahli hadist, Dr Usama Al-Kandari, untuk memberikan kelas Hadits Arbain an-Nawawiyah secara singkat dan berjanji bahwa para peserta akan mendapat sertifikat.</p>
<p>Wartawan sibuk sendiri, para aktivis – terutama veteran perjalanan-perjalanan ke Gaza sebelumnya – mondar-mandir; ada yang petantang-petenteng memasuki ruang media sambil menyatakan bahwa dia &#8220;tangan kanan&#8221; seorang politisi Inggris yang pernah menjadi motor salah satu konvoi ke Gaza.</p>
<p>Activism</p>
<p>Ada begitu banyak activism, heroism. Bahkan ada seorang peserta kafilah yangmengenakan T-Shirt yang di bagian dadanya bertuliskan &#8220;Heroes of Islam&#8221; alias &#8220;Para Pahlawan Islam.&#8221; Di sinilah terasa sungguh betapa pentingnya menjaga integritas niat agar selalu lurus karena Allah Ta&#8217;ala.</p>
<p>Yang wartawan sering merasa hebat dan powerful karena mendapat perlakuan khusus berupa akses komunikasi dengan dunia luar sementara para peserta lain tidak. Yang berposisi penting di negeri asal, misalnya anggota parlemen atau pengusaha, mungkin merasa diri penting karena sumbangan material yang besar terhadap Gaza.</p>
<p>Kalau dibiarkan riya akan menyelusup, na&#8217;udzubillahi min dzaalik, dan semua kerja keras ini bukan saja akan kehilangan makna bagaikan buih air laut yang terhempas ke pantai, tapi bahkan menjadi lebih hina karena menjadi sumber amarah Allah Ta&#8217;ala.</p>
<p>Mengerem</p>
<p>Dari waktu ke waktu, ketika kesibukan dan kegelisahan memikirkan pekejaan menyita kesempatan untuk duduk merenung dan tafakkur, sungguh perlu bagiku untuk mengerem dan mengingatkan diri sendiri. Apa yang kau lakukan Santi? Untuk apa kau lakukan ini Santi? Tidakkah seharusnya kau berlindung kepada Allah dari ketidakikhlasan dan riya? Kau pernah berada dalam situasi ketika orang menganggapmu berharga, ucapanmu patut didengar, hanya karena posisimu di sebuah penerbitan? And where did that lead you? Had that situation led you to Allah, to Allah&#8217;s blessing and pleasure, or had all those times brought you Allah&#8217;s anger and displeasure?</p>
<p>Kalau hanya sekedar penghargaan manusia yang kubutuhkan di sini, Subhanallah, sungguh banyak orang yang jauh lebih layak dihargai oleh seisi dunia di&nbsp; sini. Mulai dari Presiden IHH Fahmi Bulent Yildirim sampai seorang Muslimah muda pendiam dan shalihah yang tidak banyak berbicara selain sibuk membantu agar kawan-kawannya mendapat sarapan, makan siang dan malam pada waktunya. Dari para ulama terkemuka di atas kapal ini, sampai beberapa pria ikhlas yang tanpa banyak bicara sibuk membersihkan bekas puntung rokok sejumlah perokok ndableg.</p>
<p>Kalau&nbsp; hanya sekedar penghargaan manusia yang kubutuhkan di sini, Subhanallah, di tempat ini juga ada orang-orang terkenal yang petantang-petenteng karena ketenaran mereka.</p>
<p>Semua berteriak, &#8220;Untuk Gaza!&#8221; namun siapakah di antara mereka yang teriakannya memenangkan ridha Allah? Hanya Allah yang tahu.</p>
<p>Gaza Tak Butuh Aku</p>
<p>Dari waktu ke waktu, aku perlu memperingatkan diriku bahwa Al-Quds tidak membutuhkan aku. Gaza tidak membutuhkan aku. Palestina tidak membutuhkan aku.</p>
<p>Masjidil Aqsha milik Allah dan hanya membutuhkan pertolongan Allah. Gaza hanya butuh Allah. Palestina hanya membutuhkan Allah. Bila Allah mau, sungguh mudah bagiNya untuk saat ini juga, detik ini juga, membebaskan Masjidil Aqsha. Membebaskan Gaza dan seluruh Palestina.</p>
<p>Akulah yang butuh berada di sini, suamiku Dzikrullah-lah yang butuh berada di sini karena kami ingin Allah memasukkan nama kami ke dalam daftar hamba-hambaNya yang bergerak &#8211; betapa pun sedikitnya &#8211; menolong agamaNya. Menolong membebaskan Al-Quds.</p>
<p>Sungguh mudah menjeritkan slogan-slogan, Bir ruh, bid dam, nafdika ya Aqsha. Bir ruh bid dam, nafdika ya Gaza!</p>
<p>Namun sungguh sulit memelihara kesamaan antara seruan lisan dengan seruan hati.</p>
<p>Cara Allah Mengingatkan</p>
<p>Aku berusaha mengingatkan diriku selalu. Namun Allah selalu punya cara terbaik untuk mengingatkan aku.</p>
<p>Pagi ini aku ke kamar mandi untuk membersihkan diri sekedarnya &#8211; karena tak mungkin mandi di tempat dengan air terbatas seperti ini, betapa pun gerah dan bau asemnya tubuhku.</p>
<p>Begitu masuk ke salah satu bilik, ternyata toilet jongkok yang dioperasikan dengan sistem vacuum seperti di pesawat itu dalam keadaan mampheeeeet karena ada dua potongan kuning coklaaat menyumbat lubangnya! Apa yang harus kulakukan? Masih ada satu bilik dengan toilet yang berfungsi, namun kalau kulakukan itu, alangkah tak bertanggung-jawabnya aku rasanya? Kalau aku mengajarkan kepada anak-anak bahwa apa pun yang kita lakukan untuk membantu mereka yang fii sabilillah akan dihitung sebagai amal fii sabilillah, maka bukankah sekarang waktunya aku melaksanakan apa yang kuceramahkan?</p>
<p>Entah berapa kali kutekan tombol flush, tak berhasil. Kotoran itu ndableg bertahan di situ. Kukosongkan sebuah keranjang sampah dan kuisi dengan air sebanyak mungkin – sesuatu yang sebenarnya terlarang karena semua peserta kafilah sudah diperingatkan untuk menghemat air &#8211; lalu kusiramkan ke toilet.</p>
<p>Masih ndableg.<br />Kucoba lagi menyiram<br />Masih ndableg.<br />Tidak ada cara lain. Aku harus menggunakan tanganku sendiri</p>
<p>Kubungkus tanganku dengan tas plastik. Kupencet sekali lagi tombol flush. Sambil sedikit melengos dan menahan nafas, kudorong tangan kiriku ke lubang toilet.</p>
<p>Blus!<br />Si kotoran ndableg itu pun hilang disedot pipa entah kemana</p>
<p>Lebih dari 10 menit kemudian kupakai untuk membersihkan diriku sebaik mungkin sebelum kembali ke ruang perempuan, namun tetap saja aku merasa tak bersih. Bukan di badan, mungkin, tapi di pikiranku, di jiwaku.</p>
<p>Ada peringatan Allah di dalam kejadian tadi &#8211; agar aku berendah-hati, agar aku ingat bahwa sehebat dan sepenting apa pun tampaknya tugas dan pekerjaanku, bila kulakukan tanpa keikhlasan, maka tak ada artinya atau bahkan lebih hina daripada mendorong kotoran ndableg tadi.</p>
<p>Allahumaj&#8217;alni minat tawwabiin<br />Allahumaj&#8217;alni minal mutatahirin<br />Allahumaj&#8217;alni min ibadikassalihin</p>
<p>29 Mei 2010, 22:20</p>
<p>Santi Soekanto<br />Ibu rumah tangga dan wartawan yang ikut dalam kafilah Freedom Flotilla to Gaza Mei 2010.</span><span style="font-size:small;">  <b>&nbsp;</b></span><br /><span style="font-size:small;"><b>http://www.detiknews.com/read/2010/05/31/152331/1366781/10/tulisan-terakhir-santi-sehari-sebelum-diserang-israel?991101605 (fay/nrl)</b></span></p>
<br />Filed under: <a href='http://echanurfadilah.wordpress.com/category/tausyiah/'>Tausyiah</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/echanurfadilah.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/echanurfadilah.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/echanurfadilah.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/echanurfadilah.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/echanurfadilah.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/echanurfadilah.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/echanurfadilah.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/echanurfadilah.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/echanurfadilah.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/echanurfadilah.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/echanurfadilah.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/echanurfadilah.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/echanurfadilah.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/echanurfadilah.wordpress.com/165/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=echanurfadilah.wordpress.com&amp;blog=18898082&amp;post=165&amp;subd=echanurfadilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://echanurfadilah.wordpress.com/2010/05/31/gaza-tidak-membutuhkanmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30a940fa4d16091e48c5494f50a9a974?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">echanurfadilah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sosok Ayah Bagi Putrinya</title>
		<link>http://echanurfadilah.wordpress.com/2010/03/10/sosok-ayah-bagi-putrinya/</link>
		<comments>http://echanurfadilah.wordpress.com/2010/03/10/sosok-ayah-bagi-putrinya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 02:39:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>echanurfadilah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Stories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://echanurfadilah.wordpress.com/2010/03/10/sosok-ayah-bagi-putrinya</guid>
		<description><![CDATA[Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedangbekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atauluar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orangtuanya&#8230;..Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya. Lalu bagaimana dengan Papa? Mungkin &#8230; <a href="http://echanurfadilah.wordpress.com/2010/03/10/sosok-ayah-bagi-putrinya/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=echanurfadilah.wordpress.com&amp;blog=18898082&amp;post=164&amp;subd=echanurfadilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:normal;"></span><span style="color:#741b47;font-family:&quot;font-size:normal;"></span>
<div class="separator" style="clear:both;text-align:center;"><a href="http://echanurfadilah.files.wordpress.com/2010/03/rdtfamily.jpg" style="margin-left:1em;margin-right:1em;"><img border="0" height="150" src="http://echanurfadilah.files.wordpress.com/2010/03/rdtfamily.jpg?w=200&#038;h=150" width="200" /></a></div>
<div style="color:#741b47;font-family:&quot;"></div>
<div style="color:#741b47;font-family:&quot;"><span style="font-size:normal;">Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedangbekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atauluar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orangtuanya&#8230;..<br />Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.</span></div>
<div style="color:#741b47;font-family:&quot;"><span style="font-size:normal;">Lalu bagaimana dengan Papa?</span></div>
<div style="color:#741b47;font-family:&quot;"><span style="font-size:normal;">Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,<br />tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?</span></div>
<div style="color:#741b47;font-family:&quot;"><span style="font-size:normal;">Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,<br />tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelahPapa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kaulakukan seharian?</span></div>
<div style="color:#741b47;font-family:&quot;"><span style="font-size:normal;">Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil&#8230;&#8230;</span></div>
<div style="color:#741b47;font-family:&quot;"><span style="font-size:normal;">Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.<br />Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu&#8230;<br />Kemudian Mama bilang : &#8220;Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya&#8221; ,<br />Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka&#8230;.<br />Tapi sadarkah kamu?<br />Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamumengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTIBISA.</span></div>
<div style="color:#741b47;font-family:&quot;"><span style="font-size:normal;">Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.<br />Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : &#8220;Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang&#8221;<br />Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadianak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?</span></div>
<div style="color:#741b47;font-family:&quot;"><span style="font-size:normal;">Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :<br />&#8220;Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!&#8221;.<br />Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.<br />Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.</span></div>
<div style="color:#741b47;font-family:&quot;"><span style="font-size:normal;">Ketika kamu sudah beranjak remaja&#8230;.</span></div>
<div style="color:#741b47;font-family:&quot;"><span style="font-size:normal;">Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: &#8220;Tidak boleh!&#8221;.<br />Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?<br />Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat &#8211; sangat luar biasa berharga..</span></div>
<div style="color:#741b47;font-family:&quot;"><span style="font-size:normal;">Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu&#8230;<br />Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama&#8230;.<br />Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,<br />Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?</span></div>
<div style="color:#741b47;font-family:&quot;"><span style="font-size:normal;">Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkandatang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling coolsedunia&#8230;. :&#8217;)<br />Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..<br />Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?</span></div>
<div style="color:#741b47;font-family:&quot;"><span style="font-size:normal;">Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikitperaturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggarjam malamnya.<br />Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir&#8230;<br />Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut &#8211; larut&#8230;<br />Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .<br />Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?<br />&#8220;Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa&#8221;</span></div>
<div style="color:#741b47;font-family:&quot;"><span style="font-size:normal;">Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.<br />Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata &#8211; mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti&#8230;<br />Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </span></div>
<div style="color:#741b47;font-family:&quot;"><span style="font-size:normal;">Ketika kamu menjadi gadis dewasa&#8230;.</span></div>
<div style="color:#741b47;font-family:&quot;"><span style="font-size:normal;">Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain&#8230;<br />Papa harus melepasmu di bandara.<br />Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?<br />Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini &#8211; itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .<br />Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.<br />Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya,dan menepuk pundakmu berkata &#8220;Jaga dirimu baik-baik ya sayang&#8221;.<br />Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT&#8230;kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.</span></div>
<div style="color:#741b47;font-family:&quot;"><span style="font-size:normal;">Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.<br />Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.</span></div>
<div style="color:#741b47;font-family:&quot;"><span style="font-size:normal;">Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan&#8230;<br />Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : &#8220;Tidak&#8230;. Tidak bisa!&#8221;<br />Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan &#8220;Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu&#8221;.<br />Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?</span></div>
<div style="color:#741b47;font-family:&quot;"><span style="font-size:normal;">Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.<br />Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.<br />Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat &#8220;putri kecilnya yangtidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang&#8221;</span></div>
<div style="color:#741b47;font-family:&quot;"><span style="font-size:normal;">Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.<br />Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..<br />Karena Papa tahu&#8230;..<br />Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.</span></div>
<div style="color:#741b47;font-family:&quot;"><span style="font-size:normal;">Dan akhirnya&#8230;.<br />Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorangLelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyumbahagia&#8230;.<br />Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?<br />Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa&#8230;.<br />Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: &#8220;Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik&#8230;.<br />Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik&#8230;.<br />Bahagiakanlah ia bersama suaminya&#8230;&#8221;</span></div>
<div style="color:#741b47;font-family:&quot;"><span style="font-size:normal;">Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk&#8230;<br />Dengan rambut yang telah dan semakin memutih&#8230;.<br />Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya&#8230;.<br />Papa telah menyelesaikan tugasnya&#8230;.</span></div>
<div style="color:#741b47;font-family:&quot;"><span style="font-size:normal;">Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita&#8230;<br />Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat&#8230;<br />Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis&#8230;<br />Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .<br />Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa &#8220;KAMU BISA&#8221; dalam segala hal.</span></div>
<div style="color:#741b47;font-family:&quot;"></div>
<div style="color:#741b47;font-family:&quot;"><span style="font-size:normal;">sumber : anonim </span></div>
<br />Filed under: <a href='http://echanurfadilah.wordpress.com/category/stories/'>Stories</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/echanurfadilah.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/echanurfadilah.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/echanurfadilah.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/echanurfadilah.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/echanurfadilah.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/echanurfadilah.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/echanurfadilah.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/echanurfadilah.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/echanurfadilah.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/echanurfadilah.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/echanurfadilah.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/echanurfadilah.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/echanurfadilah.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/echanurfadilah.wordpress.com/164/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=echanurfadilah.wordpress.com&amp;blog=18898082&amp;post=164&amp;subd=echanurfadilah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://echanurfadilah.wordpress.com/2010/03/10/sosok-ayah-bagi-putrinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30a940fa4d16091e48c5494f50a9a974?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">echanurfadilah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://echanurfadilah.files.wordpress.com/2010/03/rdtfamily.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
